Investor Bidang Air Minum

Agenda

 
  1. Undangan Prakualifikasi Proyek Kerjasama Investasi Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Tengah Kabupaten Bogor 7 April 2014 sd 22 April 2014. Selengkapnya
SIM SPAM
GIS BPPSPAM

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang web BPPSPAM ini ?
 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini56
mod_vvisit_counterKemarin1780
mod_vvisit_counterMinggu ini8194
mod_vvisit_counterMinggu lalu8736
mod_vvisit_counterBulan ini24790
mod_vvisit_counterBulan lalu44080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1191609

Pengunjung Online : 14
IP anda : 54.196.215.114
,
2014-04-20 00:55
Target 18 Ribu Sambungan

KETAPANG—PDAM Ketapang mengundang tim pusat untuk memuluskan langkah PDAM kabupaten Ketapang yang menargetkan jumlah sambungan rumah (SR) baru hingga 18 ribu pelanggan di tahun 2015. Sehingga cakupan pelanggan PDAM di wilayah kota mencapai  40 persen dan 60 persen di Kecamatan.  

“Makanya disusun dulu corporate plan PDAM arah lima tahun ke depan dengan menggandeng konsultan dari pusat yakni Perpamsi. Untuk mewujudkan target yang kita inginkan,” ungkap Direktur PDAM Ketapang, M Taufik, kepada wartawan baru-baru ini Bahkan, lanjut Taufik, konsultan Perpamsi pusat ini sudah datang ke Ketapang, dan bersilaturahmi dengan pihak Bapedda dengan komisi III,IV DPRD Ketapang.

PDAM Ketapang dan Perpamsi akan menyusun sebuah  corporate plan. Ia menjelaskan corporate plan ini dibuat agar kebijakan PDAM kedepannya lebih terarah. Corporate plan inilah, kata dia, akan menentukan bagaimana kebijakan PDAM untuk lima tahun kedepan. “Intinya kita ingin bekerja memperbaiki pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dengan alokasi dana yang seefektif dan seefisien mungkin,” jelasnya.

Dengan kerjasama ini, lanjut Taufik, bagaimana PDAM menjadi BUMD yang sehat. Dan PDAM bekerja maksimal tanpa terus membebani dana APBD daerah kabupaten. Termasuklah upaya PDAM dalam merangkul sharing alokasi dana dengan propinsi dan pusat. Sehingga terbangun sinergisitas agar perkembangan PDAM Ketapang lebih mapan.

Terkait cakupan pelayanan PDAM kepada pelanggan 40 persen di kota dan 60 persen di Kecamatan. Ia mengatakan untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan kerjasama semua pihak dan stakeholder yang ada.  “Seluruh pihak terkait harus duduk bersama membahas ini, diharapkan dengan corporate plan ini. Nantinya permasalahan yang dihadapi dicari solusi dan dikemas secara baik,” katanya.

Saat ini tim tersebut baru melakukan pengumpulan data. Ia juga mengatakan PDAM Ketapang merangkul Perpamsi ini dikarenakan tim Perpamsi pusat itu sudah sukses “menyehatkan” sejumlah PDAM di luar Kalbar, seperti Banjarmasin dan Jawa.  “Kita berharap kedepannya tim ini dapat menyehatkan PDAM Ketapang. Mudah-mudahan juga ada solusi,” harapnya. (har)


Sumber