Investor Bidang Air Minum

SIM SPAM
GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini868
mod_vvisit_counterKemarin1404
mod_vvisit_counterMinggu ini868
mod_vvisit_counterMinggu lalu12432
mod_vvisit_counterBulan ini37619
mod_vvisit_counterBulan lalu53990
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1461310

Pengunjung Online : 23
IP anda : 54.196.207.55
,
2014-09-22 13:12

Hari Ini, Air PDAM Mati
Akibat Byar Pet Listrik, Pipa di Waduk Manggar Bocor
BALIKPAPAN-Byar pet listrik yang melanda Balikpapan belakangan ini, dampaknya juga terjadi pada layanan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan. Pasalnya, akibat akibat seringnya pemadaman listrik, telah mengakibatkan terjadinya hentakan keras atau water hammer pada pipa, yang memicu kebocoran pipa air baku Ø 700 mm Steel di Waduk Manggar Km. 12 Karang Joang.

“Ini memaksa kami harus segera melakukan perbaikan, agar pelayanan distribusi air PDAM pada pelanggan dan masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama,” ujar Humas PDAM Gazali Rakhman yang menghubungi Metro, Senin (22/3) kemarin. Karena perbaikan ini, kata Gazali, layanan distribusi air PDAM ke pelanggan dan masyarakat, “terpaksa” berhenti selama satu hari.
Yakni, pada Selasa (23/3) hari ini, mulai pukul 10.00 Wita. “Perbaikan kami perkirakan berlangsung selama 24 jam, sehingga selama itu pula layanan distribusi air berhenti sementa,” ujarnya. Sehingga, IPA Km.8 Batu Ampar dan IPA Kampung Damai, lanjut dia, untuk sementara stop produksi, selama pekerjaan perbaikan berlangsung Adapun daerah atau wilayah yang terganggu, terang dia, terbagi dua.

Yakni, pertama di wilayah IPA Kampung Damai, mulai dari Perum eks kebakaran, Komp Bank Duta, Perum Pos Giro, Komp BDS, BDI hingga Komp Perum Telkom, Jl.Gn. Agung Tunggal, Komp Perum PLN Pikitring dst, Gangguan juga diperkirakan terjadi di kawasan Komp Perum Balikpapan Baru, Perum PLN Sepala, Perum Vila Damai dsk, RSS Damai III Blok E s.d K, Simpang tiga MT. Haryono, Jl. Marsma Iswahyudi Sepinggan, Perono Jl. Mulawarman (PJHI) Batakan dst, Juga di Komp Balikpapan Permai, Markoni, Pasar Baru, Gn Klandasan, Tanjung Pura, Pelayaran, Prapatan, Jl. Melati, Tlogorejo, Bhayangkara, Meratus, Cendrawasih, Dondang, Antasari, Jembatan Maryati, Gn. Sari, Gn Malang, Jl. Banjar, Gn. Guntur, Gn. Rambutan, Gn. Kawi, Kr. Rejo, Jl. Pandanwangi, Kbn Sayur, Semoi dan sekirarnya.

Kedua, di wilayah IPA Km 8 Batu Ampar, juga akan mengalami gangguan layanan selama proses perbaikan pipa ini. Kawasan yang terganggu, meliputi kawasan Rss Damai III Blok A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K, Perum PGRI damai III dsk, Komp Perum Korpri Blok I dan II dsk, Perum HER Mandiri, Perum Perusda, Bumi Sepinggan Baru, Perum PLN Spala dsk, Perum Villa Damai Indah. Juga, Komp Perum Depsos ringroad, Perum Wika, Kompk Pemda Balikpapan Baru, Gn Guntur dsk, Gn Samarinda Strat I s.d strat VI, Jl Pattimura dsk, Jl Wonorejo,Sumber Rejo, Karang Rejo hingga Gang Buntu dsk, Gg Rohani, Komp AD Km.9, Km 8 Kampung dan Pasantren, Komp Klaus Reppe, Komp Bangun Reksa, Komp Perum PDAM, Perum Graha Indah, Perum Bumi Nirwana Indah, Komp Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampal Lestari, perum Ramayana, brantas, Komplek Perumnas, Telindung, Padat Karya, Inpres I s.d IV, Perum Somber, Gn Satu, Gn Empat, Gn. Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp. Baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl. Borobudur, Kamp Baru Ilir, Gn polisi dan sekitarnya.

“Atas terganggunya layanan ini, kami atas nama pimpinan dan staf PDAM memohon maaf pada masyarakat, terutama pelanggan setia PDAM. Kami berharap, perbaikan pipa ini sesuai target waktu yang ditetapkan, tidak lebih dari 24 jam.

Untuk itu, kami mohon masyarakat bisa maklum,” pungkas Gazali.(rud) Listrik dan Solar Jadi Beban Perusahaan Jakarta,- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) meminta tarif khusus dalam pembelian listrik dan solar untuk pengoperasian di daerah-daerah. Sebab selama ini tarif listrik dan solar yang dibeli PDAM berkategori industri. Padahal, harga jual air masih di bawah harga produksi. “Keluhan ini tengah kami bicarakan bersama, baik dengan DPR maupun instansi terkait.

Bagaimana tarif listrik dan solar untuk PDAM bisa di bawah tarif industri, tetapi tetap di atas tarif rumah tangga,” ujar Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP-SPAM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachmat Karnadi di kantornya kemarin (2/3). Rachmat mencontohkan,di pedesaan yang belum teraliri listrik, PDAM harus membeli solar dengan harga industri. Selama ini, PDAM tidak diperbolehkan membeli solar langsung ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi langsung ke Pertamina.

“Harga beli solar dan listrik masih kategori industri, tetapi jual airnya tarif sosial,” keluhnya. Menurut dia, listrik dan solar merupakan komponen terbesar dalam biaya operasi PDAM. Dua Komponen itu merupakan sumber energi yang digunakan untuk mengoperasikan mesin pengolahan air. “Terlebih pada saat peak hour pukul 6-7malam, biaya yang dibayar lebih tinggi, sementara PDAM harus tetap beroperasi 24 jam memberikan pelayanan air minum” katanya.

Kendala lain yang dihadapi PDAM adalah ketentuan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPn) atas pemasangan sambungan air minum sebesar 10 persen. “Untuk sambungan baru tidak masalah, namun bila pelanggan yang lama dimintakan biaya PPn sebesar 10 persen, tentunya sulit. PDAM meminta agar ketentuan tersebut tidak berlaku surut. Kendala ini juga yang akan kami koordinasikan supaya bisa menemukan jalan keluar,” kata dia.

Terkait dengan program restrukturisasi PDAM, Rachmat mengatakan, di antara 90 PDAM yang ikut program tersebut, sebanyak 15 PDAM dinyatakan sehat dan layak mendapatkan pinjaman perbankan. PDAM yang lolos program itu akan menikmati fasilitas dari pemerintah berupa jaminan kepada perbankan dan bisa menikmati subsidi 5 persen dari bunga pinjaman. “Sudah ada kemajuanlah,” ujarnya.

Pemerintah menetapkan kriteria apabila PDAM ingin menikmati fasilitas perbaikan manajemen, pengurangan kebocoran, dan penerapan tarif yang cost recovery, pemerintah daerah tidak boleh memungut retribusi hingga pelayanan PDAM mencapai 80 persen. Dalam lima tahun, jumlah PDAM yang sehat meningkat pesat dari 20 PDAM pada 2005 saat ini menjadi 104 PDAM.(wir/bas/jpnn)

Sumber