Kabupaten Bekasi kini bisa membayar tagihan rekening air secara online
BEKASI, (PR).- Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Bhagasasi di Kota dan Kabupaten Bekasi kini bisa membayar tagihan rekening air secara online melalui Bank Negara Indonesia (BNI). PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi dengan BNI Kantor Cabang Bekasi menandatangani perjanjian kerja sama itu, Rabu 31 Mei 2017.
"Ini bentuk layanan kami kepada masyarakat dalam hal memberikan kemudahan pembayaran tagihan rekening air," kata CEO Bank BNI Wilayah Jakarta Kemayoran Indomora Harahap.

Pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi bisa memanfaatkan fasilitas pembayaran secara online ini melalui mesin ATM BNI, mesin ATM bersama, hingga layanan SMS banking, internet banking, juga mobile banking.

"Transaksi bisa dilakukan di seluruh Indonesia, tidak cuma di Bekasi saja," ucapnya.

Menyadari sebaran pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi yang juga berada di pelosok desa di Kabupaten Bekasi, layanan yang ditawarkan BNI juga ditambah. BNI menyiapkan 559 Agen 46 untuk menerima pembayaran tagihan rekening air pelanggan PDAM.

"Kami sadari masih ada wilayah yang belum terjamah layanan perbankan sehingga kami siapkan juga outlet pembayaran melalui Agen 46 tersebut," katanya.

Sosialisasi digencarkan
Harahap menyebutkan potensi kerja sama ini terbilang besar, mengingat banyaknya jumlah karyawan juga nasabah BNI di Bekasi yang mencapai 400.000 rekening.

"Kepada karyawan, kami wajibkan membayar tagihan airnya secara online. Demikian juga nasabah kami dorong lakukan hal yang sama. Setelah itu, baru masyarakat luas yang kami harap mulai beralih membayar online melalui BNI. Maka dari itu, sosialisasi akan digencarkan, baik melalui media massa maupun pemasangan spanduk di setiap kantor cabang," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim menyebutkan kerja sama dengan BNI melengkapi pilihan pembayaran lain. Sebelumnya, kerja sama pembayaran online juga sudah dijalin dengan BTN, BRI, BJB Syariah, dan Kantor Pos.

Lebih nyaman
"Namun memang kontribusinya masih kecil, belum sesuai harapan. Dari 220 ribu pelanggan di kota dan kabupaten, baru 20 persen di antaranya yang sudah memanfaatkan fasilitas pembayaran online ini," katanya.

Melalui kerja sama dengan BNI tersebut, Usep berharap pelanggan yang mendapatkan lebih banyak pilihan bisa mulai mengubah pola kenyamanan pembayarannya.

"Dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk ongkos ke loket pembayaran di kantor cabang, tentunya lebih murah membayar administrasi bank Rp 2.500," katanya.***

Sumber ; www.pikiran-rakyat.com
 
 

GIS BPPSPAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1968
mod_vvisit_counterKemarin5027
mod_vvisit_counterMinggu ini16312
mod_vvisit_counterMinggu lalu32344
mod_vvisit_counterBulan ini64345
mod_vvisit_counterBulan lalu142297
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung4101286

Pengunjung Online : 58
IP anda : 54.227.126.69
,
2017-12-14 11:46