Investor Bidang Air Minum

Agenda

 
  1. Undangan Prakualifikasi Proyek Kerjasama Investasi Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Tengah Kabupaten Bogor 7 April 2014 sd 22 April 2014. Selengkapnya
SIM SPAM
GIS BPPSPAM

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang web BPPSPAM ini ?
 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini247
mod_vvisit_counterKemarin1345
mod_vvisit_counterMinggu ini5172
mod_vvisit_counterMinggu lalu8736
mod_vvisit_counterBulan ini21768
mod_vvisit_counterBulan lalu44080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1188587

Pengunjung Online : 10
IP anda : 54.83.133.189
,
2014-04-18 05:32
Pengadaan Pipa Air Minum Butuh Dana Rp2,5 Triliun
JAKARTA-Pengadaan jaringan pipa transmisi air minum Bendungan Jatiluhur hingga ke Jakarta memerlukan dana lebih dari Rp2,5 triliun.

Budi Yuwono, Dirjen Cipta Karya, Departemen PU, menuturkan dana untuk proyek pengadaan air minum itu berasal dari hibah Australian Overseas Aid Program (AusAID) dan sisanya dari investasi perusahaan swasta.

"Tidak ada lagi penggunaan anggaran daerah karena akan dibuka untuk investasi swasta melalui tender," tegasnya hari ini.

Sebelum melakukan tender, katanya, ada dua tahap yang harus dikejar. Pertama, pihaknya akan menyusun kembali profil proyek beserta studi dan pembiayaan. Setelah itu, lanjutnya, akan dilakukan prastudi kelayakan dengan menentukan kelembagaan mana yang akan mengelola.
"Proyek ini lebih efektif karena sudah tidak mungkin lagi air bersih dikelola di Jakarta. Selain itu, tidak hanya masyarakat Jakarta yang bisa menggunakan, karena pipanya melewati Karawang dan Bekasi."

Menurut dia, mekanisme produksi air bersih ini berbeda dengan yang sudah dilakukan PDAM Jakarta saat ini. Pasokan dari Jatiluhur merupakan tambahan air bersih yang telah ada sehingga PDAM tidak perlu memproduksi sendiri.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menjelaskan masyarakat Jakarta seringkali mengeluhkan kualitas air yang berbau dan berwarna serta banyak kaporit. Selain itu, pengaduan tentang pelayanan yang tidak memuaskan, seperti debit air kecil dan tiba-tiba aliran air mati.

"Masyarakat Jakarta bersedia dengan kenaikan tarif air dari PDAM jika diikuti oleh perbaikan kualitas air secara fisik dan pelayanan."

Husin melihat proyek pembangunan pipa dari Jatiluhur tersebut sebenarnya belum efektif. Jika dilihat dari sumber airnya, dia mengusulkan pemerintah membuat penampungan air sejenis tetapi berada di Bogor Karena curah hujannya sangat tinggi.

Sumber